PT. Mitra Blessindo Perkasa

Email

mitrablessindoperkasa@yahoo.co.id

Address

Jl. Daan Mogot KM.18, Komplek Pergudangan
Industri Semanan Megah Blok B-17,
Jakarta Barat, DKI Jakarta 11850

Follow Us

Get in Touch
Cara Custom Sablon Logo di Tas Non-Woven untuk Branding Bisnis

Cara Custom Sablon Logo di Tas Non-Woven untuk Branding Bisnis

6 September 2026sablon logo tas non woven, cetak logo tas custom, sablon tas non woven, tas custom branding, proses cetak non woven
15625157

Tas non-woven custom sering digunakan untuk retail, seminar, pameran, corporate gift, dan campaign. Hasil sablon yang rapi tidak hanya bergantung pada desain, tetapi juga material, jumlah warna, posisi cetak, tinta, curing, dan ketelitian produksi.

Dalam proses sablon logo tas non woven, kesalahan kecil dapat membesar saat produksi bulk. Logo bisa terlalu dekat jahitan, warna meleset, tinta menembus material, atau cetakan retak. Panduan ini membahas alur dari artwork hingga quality control.

Kenapa Tas Non-Woven Efektif untuk Branding?

Tas non-woven memiliki area cetak luas dan dapat membawa identitas brand ke luar toko atau acara.

Manfaatnya meliputi visibilitas logo, kesesuaian warna brand, fungsi packaging, dukungan campaign, QR code, dan repeat order yang konsisten.

“Logo yang baik perlu diterjemahkan dengan benar ke material non-woven. Ukuran, tinta, area cetak, dan curing harus diuji agar identitas brand tetap konsisten pada produksi massal.” — Tim Non-Woven Bag

Tahap 1: Tentukan Tujuan Penggunaan Tas

Sebelum membahas sablon, tentukan fungsi tas.

Apakah tas digunakan untuk:

  • retail;
  • supermarket;
  • seminar;
  • pameran;
  • goodie bag;
  • onboarding;
  • corporate gift;
  • product launch;
  • packaging produk;
  • promosi massal?

Tujuan tersebut memengaruhi model, gramasi, ukuran, warna, area cetak, ketahanan logo, dan jumlah produksi.

Tahap 2: Pilih Model Tas yang Sesuai

D-Cut Bag

Area cetak tersedia pada badan tas, tetapi posisi logo perlu menjaga jarak dari lubang handle.

Cocok untuk:

  • brosur;
  • dokumen;
  • promosi massal;
  • item ringan.

Loop Handle Bag

Memiliki area badan lebih bersih dan handle terpisah.

Cocok untuk:

  • retail;
  • seminar kit;
  • corporate gift;
  • penggunaan berulang.

Box Bag

Memiliki gusset dan kapasitas lebih besar. Logo dapat dicetak pada panel depan, belakang, atau sisi tertentu.

Cocok untuk:

  • grocery;
  • hamper;
  • produk kotak;
  • merchandise.

Laminated Non-Woven Bag

Memungkinkan visual lebih detail dan warna lebih kompleks.

Cocok untuk:

  • event premium;
  • fashion;
  • beauty retail;
  • product launch.

Tahap 3: Siapkan File Logo yang Benar

Format yang ideal:

  • AI;
  • EPS;
  • PDF vector;
  • SVG;
  • CDR bila produsen mendukung.

Hindari file berikut

  • screenshot;
  • logo dari WhatsApp;
  • JPEG kecil;
  • PNG beresolusi rendah;
  • foto kartu nama;
  • logo dengan background tidak bersih.

Outline font

Font perlu diubah menjadi outline agar tidak berubah ketika file dibuka pada komputer lain.

Sertakan brand guideline

Kirimkan:

  • kode warna;
  • minimum size;
  • clear space;
  • versi logo;
  • larangan penggunaan;
  • posisi yang disetujui.

Tahap 4: Tentukan Jumlah Warna Cetak

Dalam screen printing, setiap warna biasanya membutuhkan screen dan proses cetak tersendiri.

Contoh:

  • logo satu warna: satu screen;
  • logo dua warna: dua screen;
  • logo tiga warna: tiga screen.

Semakin banyak warna, semakin tinggi kompleksitas registrasi, setup, waktu, biaya, dan risiko pergeseran.

Gunakan versi logo sederhana

Logo full gradient atau efek transparan mungkin lebih cocok menggunakan heat transfer atau printing pada laminasi.

Tahap 5: Pilih Metode Cetak

Screen Printing

Screen printing atau sablon manual/mesin merupakan metode umum untuk tas non-woven.

Proses dasarnya:

  1. Artwork dipisahkan per warna.
  2. Screen dibuat.
  3. Tinta diletakkan pada screen.
  4. Rakel mendorong tinta melalui area gambar.
  5. Tas dikeringkan atau melalui curing.
  6. Cetakan diperiksa.

Kelebihan

  • efisien untuk volume besar;
  • cocok untuk warna solid;
  • hasil cukup kuat;
  • biaya per unit kompetitif;
  • cocok untuk logo sederhana.

Keterbatasan

  • registrasi warna perlu presisi;
  • detail sangat kecil dapat hilang;
  • gradasi sulit;
  • area cetak dibatasi;
  • warna tinta dapat dipengaruhi warna dasar tas.

Heat Transfer

Artwork dicetak pada media transfer lalu dipindahkan menggunakan panas dan tekanan.

Kelebihan

  • mendukung detail;
  • cocok untuk full color;
  • gradasi lebih mudah;
  • dapat digunakan untuk volume tertentu.

Keterbatasan

  • biaya per unit dapat lebih tinggi;
  • perlu uji suhu;
  • material dapat berubah bila panas terlalu tinggi;
  • hasil perlu diuji terhadap lipatan.

Flexographic Printing

Flexographic printing menggunakan plate dan roll untuk memindahkan tinta. Metode ini dapat digunakan pada produksi tertentu dengan material dan konfigurasi mesin yang sesuai.

Kelebihan

  • cepat untuk volume besar;
  • konsisten pada produksi kontinu;
  • cocok untuk pola berulang.

Keterbatasan

  • setup awal;
  • batas detail;
  • minimum produksi;
  • ketergantungan pada bentuk material sebelum konversi.

Printing pada Laminasi

Artwork dicetak pada film atau lapisan sebelum digabungkan dengan non-woven.

Kelebihan

  • full color;
  • visual premium;
  • area cetak luas;
  • cocok untuk artwork kompleks.

Keterbatasan

  • struktur material lebih kompleks;
  • biaya berbeda;
  • minimum order dapat lebih tinggi;
  • klaim daur ulang perlu hati-hati.

Tahap 6: Tentukan Area Cetak

Area cetak perlu menghindari:

  • jahitan;
  • handle;
  • lubang D-cut;
  • lipatan;
  • gusset;
  • tepi sealing;
  • area yang sering tertekuk.

Gunakan safe area agar logo tidak terpotong atau berubah bentuk.

Posisi umum

  • tengah panel depan;
  • kiri atas;
  • bawah tengah;
  • kedua sisi;
  • panel samping;
  • bagian belakang.

Ukuran logo

Logo terlalu kecil sulit terlihat. Logo terlalu besar dapat membuat tas terasa seperti media promosi yang kurang wearable.

Gunakan mockup untuk menilai proporsi, lalu konfirmasi dengan sampel fisik.

Tahap 7: Pilih Warna Material dan Tinta

Warna dasar tas memengaruhi hasil cetak.

Contoh:

  • tinta putih pada tas gelap mungkin membutuhkan beberapa layer;
  • tinta transparan dapat berubah pada material berwarna;
  • warna terang di atas material gelap perlu underbase;
  • warna brand tertentu dapat terlihat berbeda karena tekstur.

Gunakan referensi warna

Brand dapat memberikan:

  • Pantone;
  • CMYK;
  • RGB untuk referensi digital;
  • physical color chip;
  • sampel produk existing.

Pantone membantu komunikasi, tetapi hasil akhir tetap dipengaruhi material, tinta, dan proses.

Lakukan color tolerance

Warna produksi massal dapat memiliki toleransi. Tentukan batas yang masih dapat diterima.

Tahap 8: Buat Mockup dan Artwork Approval

Mockup membantu melihat:

  • posisi;
  • ukuran;
  • proporsi;
  • kombinasi warna;
  • hubungan logo dengan handle;
  • tampilan depan dan belakang.

Namun, mockup digital bukan pengganti sampel fisik.

Artwork approval perlu mencantumkan ukuran, posisi, jumlah dan kode warna, orientasi, sisi cetak, jenis tas, serta versi artwork.

Tahap 9: Lakukan Sampling

Sampling dapat dibagi menjadi:

Material sample

Untuk mengecek:

  • warna;
  • gramasi;
  • tekstur;
  • ketebalan.

Blank bag sample

Untuk mengecek:

  • ukuran;
  • handle;
  • gusset;
  • kapasitas;
  • kenyamanan.

Printed sample

Untuk mengecek:

  • warna tinta;
  • posisi;
  • ketajaman;
  • coverage;
  • ketahanan;
  • proporsi.

Golden sample

Sampel final yang telah disetujui menjadi referensi QC.

Tahap 10: Curing dan Pengeringan

Setelah sablon, tinta perlu dikeringkan atau di-curing sesuai sistem tinta.

Curing yang tidak cukup dapat menyebabkan:

  • tinta lengket;
  • warna berpindah;
  • cetakan mudah terkelupas;
  • permukaan menempel saat ditumpuk;
  • bau tinta kuat.

Curing berlebihan juga dapat:

  • merusak material;
  • mengubah warna;
  • membuat non-woven menyusut;
  • membuat permukaan kaku.

Tahap 11: Quality Control

QC sebaiknya memeriksa:

  • ukuran tas;
  • posisi logo;
  • ukuran cetak;
  • warna;
  • ketajaman;
  • registrasi;
  • coverage;
  • noda tinta;
  • tinta menembus;
  • retak;
  • handle;
  • sambungan;
  • jumlah;
  • packaging.

Print rub test

Gosok cetakan secara terkontrol untuk melihat apakah tinta mudah berpindah.

Fold test

Lipat tas pada area cetak untuk melihat apakah logo retak.

Adhesion test

Gunakan metode yang disepakati untuk menilai daya lekat tinta.

Stack test

Pastikan tas tidak saling menempel setelah ditumpuk.

Visual inspection

Bandingkan dengan golden sample.

Masalah Sablon yang Sering Terjadi

Logo pecah

Penyebab:

  • file resolusi rendah;
  • detail terlalu kecil;
  • screen tidak sesuai;
  • tinta tidak rata.

Warna tidak sesuai

Penyebab:

  • tidak ada referensi Pantone;
  • warna dasar tas memengaruhi tinta;
  • perubahan tinta;
  • pencahayaan saat approval.

Logo bergeser

Penyebab:

  • posisi tas tidak konsisten;
  • jig kurang stabil;
  • registrasi warna tidak tepat;
  • toleransi tidak ditentukan.

Tinta menembus

Penyebab:

  • tinta terlalu cair;
  • tekanan terlalu besar;
  • material tipis;
  • mesh tidak sesuai.

Cetak retak

Penyebab:

  • curing tidak tepat;
  • tinta tidak fleksibel;
  • layer terlalu tebal;
  • area sering dilipat.

Tas saling menempel

Penyebab:

  • tinta belum kering;
  • stacking terlalu cepat;
  • curing kurang;
  • tekanan packing.

Sablon Satu Sisi atau Dua Sisi?

Satu sisi

Cocok untuk:

  • budget efisien;
  • logo utama;
  • desain minimal;
  • event massal.

Dua sisi

Cocok untuk:

  • pesan berbeda;
  • logo depan dan campaign belakang;
  • QR code;
  • sponsor;
  • retail premium.

Cetak dua sisi menambah proses dan biaya.

Cara Menggunakan QR Code

QR code dapat mengarahkan ke:

  • website;
  • katalog;
  • loyalty program;
  • formulir;
  • event page;
  • promo;
  • social media.

Agar mudah dipindai, gunakan kontras tinggi, ukuran memadai, quiet zone, URL aktif, dan uji setelah produksi.

Menentukan Jumlah Pesanan

Jumlah produksi dapat dihitung berdasarkan:

  • cabang;
  • transaksi;
  • peserta;
  • campaign period;
  • stok awal;
  • buffer;
  • repeat order;
  • minimum order.

Jumlah terlalu sedikit meningkatkan reorder, sedangkan jumlah berlebih berisiko menjadi stok kedaluwarsa.

Gunakan forecast dan rencana distribusi.

Faktor yang Memengaruhi Harga

Harga dipengaruhi oleh:

  • ukuran;
  • gramasi;
  • model;
  • warna material;
  • jumlah;
  • jumlah warna cetak;
  • area cetak;
  • metode cetak;
  • dua sisi atau satu sisi;
  • finishing;
  • packaging;
  • lokasi pengiriman;
  • timeline.

Checklist Brief untuk Supplier

Siapkan:

  • fungsi tas;
  • model;
  • ukuran;
  • gramasi;
  • warna;
  • handle;
  • gusset;
  • jumlah;
  • artwork vector;
  • kode warna;
  • ukuran logo;
  • posisi cetak;
  • jumlah sisi;
  • metode cetak;
  • packaging;
  • lokasi kirim;
  • target barang tiba;
  • kebutuhan sampel.

Catatan untuk Brand dan Procurement

Sebelum approval:

  • pastikan hak penggunaan logo;
  • gunakan artwork final;
  • simpan version control;
  • buat golden sample;
  • tentukan toleransi;
  • lakukan load test;
  • lakukan print test;
  • cek packaging;
  • atur inspection;
  • dokumentasikan perubahan.

Untuk repeat order, gunakan kode spesifikasi dan sampel referensi.

Kapan Screen Printing Paling Tepat?

Screen printing paling relevan bila:

  • volume cukup besar;
  • desain warna solid;
  • logo sederhana;
  • material kompatibel;
  • target biaya efisien;
  • area cetak tidak kompleks.

Heat transfer atau laminasi lebih relevan untuk desain full color dan detail tinggi.

Pelajari juga tas souvenir non-woven custom, tas belanja non-woven untuk retail, goodie bag non-woven, serta layanan OEM non-woven bag.

Untuk konsultasi desain dan produksi, kunjungi halaman kontak PT Mitra Blessindo Perkasa.

FAQ Sablon Logo Tas Non-Woven

File logo apa yang diperlukan untuk sablon?

Gunakan file vector seperti AI, EPS, PDF, atau SVG agar logo tetap tajam.

Berapa warna yang dapat dicetak?

Tergantung metode, desain, material, dan kemampuan produksi. Screen printing biasanya memproses setiap warna secara terpisah.

Apakah warna sablon pasti sama dengan layar?

Tidak selalu. Material, tinta, pencahayaan, dan proses dapat memengaruhi hasil. Gunakan referensi warna dan sampel fisik.

Apakah logo bisa dicetak di dua sisi?

Bisa. Namun, proses, biaya, dan waktu produksi akan bertambah.

Kenapa perlu printed sample?

Untuk memeriksa warna, ukuran, posisi, coverage, dan ketahanan sebelum produksi bulk.

Kesimpulan

Custom sablon logo pada tas non-woven membutuhkan lebih dari sekadar mengirim file desain. Hasil akhir ditentukan oleh model tas, kualitas artwork, jumlah warna, metode cetak, area aman, warna material, curing, sampling, dan quality control.

Screen printing cocok untuk logo sederhana serta volume besar, sedangkan heat transfer atau laminasi lebih fleksibel untuk artwork detail. Apa pun metodenya, sampel fisik dan golden sample membantu menjaga konsistensi produksi.

Bagi brand, tas custom adalah investasi branding. Desain perlu wearable, cetak harus tahan, dan spesifikasi jelas sejak awal.

Untuk meminta sampel, mengevaluasi artwork, memilih metode cetak, atau memproduksi tas non-woven custom dengan sablon logo bisnis, hubungi tim Non-Woven Bag melalui WhatsApp.

Bagikan.

No comments yet

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.

Cookie membantu situs berjalan lancar dan mengingat preferensi Anda. Kebijakan Privasi.