Kenapa Pilih Manufaktur Bersertifikat CPAKB/CDAKB untuk Produksi OEM?
Ketika memilih mitra OEM alat kesehatan, harga dan kapasitas belum cukup untuk menunjukkan bahwa produk akan dibuat konsisten, terdokumentasi, dapat ditelusuri, dan ditangani dengan benar setelah masuk pasar.
Untuk surgical mask dan alat kesehatan lain, brand perlu menilai sistem mutu fasilitas produksi serta distribusinya. CPAKB berkaitan dengan pembuatan, sedangkan CDAKB berkaitan dengan distribusi alat kesehatan.
Memilih manufaktur CPAKB CDAKB bukan sekadar mencari logo sertifikat. Buyer perlu memahami ruang lingkup, fasilitas, kategori produk, masa berlaku, dan kesesuaiannya dengan proyek OEM.
Ringkasan Perbedaan CPAKB dan CDAKB
Aspek | CPAKB | CDAKB |
|---|---|---|
Fokus | Pembuatan alat kesehatan | Distribusi alat kesehatan |
Pihak utama | Produsen atau fasilitas produksi | Distributor atau sarana distribusi |
Tujuan | Menjaga keamanan, mutu, manfaat, dan konsistensi produksi | Menjaga mutu serta traceability selama penyimpanan dan penyaluran |
Area penting | Material, proses, SDM, QC, dokumentasi, deviasi | Gudang, transportasi, batch, pengiriman, keluhan, recall |
Relevansi OEM | Menilai kesiapan pabrik membuat produk | Menilai kesiapan produk disalurkan dengan tertib |
Tidak menggantikan | Izin edar dan pengujian produk | Izin edar, mutu produksi, dan legalitas produsen |
CPAKB dan CDAKB menjawab bagian berbeda dalam rantai produk.
“Sertifikasi menjadi bernilai ketika diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari: material diperiksa, perubahan dicatat, batch dapat ditelusuri, dan keluhan benar-benar diinvestigasi.” — Tim OEM
Apa Itu CPAKB?
CPAKB adalah Cara Pembuatan Alat Kesehatan yang Baik. Sistem ini digunakan untuk memastikan rangkaian kegiatan produksi dan pengendalian mutu mampu menghasilkan alat kesehatan sesuai persyaratan serta tujuan penggunaannya.
Area penerapannya mencakup:
- sistem manajemen mutu;
- tanggung jawab manajemen;
- kompetensi personel;
- pengelolaan fasilitas;
- pengendalian bahan;
- proses produksi;
- pengemasan;
- quality control;
- dokumentasi;
- pengukuran;
- analisis;
- perbaikan.
Pada 4 Mei 2026, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 5 Tahun 2026 tentang Perbekalan Kesehatan mulai berlaku dan menjadi regulasi payung terbaru. Peraturan tersebut mencabut sebagian besar Permenkes Nomor 20 Tahun 2017, tetapi mempertahankan Pasal 2 beserta Lampiran I dan Lampiran II yang memuat kewajiban serta pedoman penerapan CPAKB dan CPPKRTB. Lihat Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 melalui JDIH Kementerian Kesehatan.
Baca Juga
Apa Itu CDAKB?
CDAKB adalah Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik. Fokusnya menjaga kondisi, identitas, mutu, dan keterlacakan selama penyimpanan serta penyaluran.
Area yang relevan antara lain:
- organisasi dan penanggung jawab;
- fasilitas gudang;
- penerimaan produk;
- penyimpanan;
- pemisahan status produk;
- pengiriman;
- dokumentasi distribusi;
- traceability;
- penanganan produk tidak sesuai;
- keluhan;
- tindakan koreksi;
- penarikan kembali.
Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 juga mencabut sebagian besar Permenkes Nomor 4 Tahun 2014, tetapi mempertahankan Pasal 2 beserta lampirannya yang memuat kewajiban dan pedoman CDAKB. Status serta riwayat regulasinya dapat diverifikasi melalui JDIH Kementerian Kesehatan.
Kenapa CPAKB Penting dalam Proyek OEM?
1. Produk Dibuat Berdasarkan Sistem, Bukan Kebiasaan Operator
Tanpa sistem yang kuat, hasil produksi dapat bergantung pada siapa yang menjalankan mesin pada hari tertentu.
CPAKB mendorong penggunaan:
- prosedur tertulis;
- instruksi kerja;
- spesifikasi;
- acceptance criteria;
- catatan produksi;
- approval;
- pelatihan;
- pengawasan.
2. Material Tidak Langsung Digunakan tanpa Pemeriksaan
Pada proyek OEM, material dapat berasal dari beberapa pemasok.
Sistem produksi yang baik membutuhkan:
- pemasok disetujui;
- spesifikasi bahan;
- penerimaan material;
- identitas lot;
- status quarantine;
- incoming inspection;
- release;
- penyimpanan;
- traceability.
Pada surgical mask, perubahan filtration layer, spunbond, earloop, atau nose wire dapat memengaruhi performa.
3. Proses Kritis Dikendalikan
Setiap produk memiliki proses kritis.
Contohnya:
Surgical Mask
- layering;
- pemasangan nose wire;
- ultrasonic bonding;
- pemasangan earloop;
- kebersihan;
- pengemasan.
Cotton Pads
- layering;
- emboss;
- cutting;
- linting;
- absorbency;
- jumlah isi.
Produk Non-Woven Lain
- gramasi;
- sealing;
- stitching;
- printing;
- kekuatan sambungan.
4. Batch Dapat Ditelusuri
Traceability menjawab pertanyaan:
- bahan apa yang digunakan;
- supplier mana yang memasok;
- mesin mana yang digunakan;
- kapan batch diproduksi;
- siapa yang memeriksa;
- hasil QC apa yang diperoleh;
- produk dikemas dalam kemasan mana;
- ke mana produk dikirim.
5. Perubahan Harus Dikendalikan
Dalam proyek OEM, perubahan dapat terjadi pada:
- bahan;
- pemasok;
- mesin;
- ukuran;
- warna;
- proses;
- kemasan;
- lokasi produksi;
- metode pengujian.
Change control membantu menilai apakah perubahan memengaruhi:
- performa;
- hasil uji;
- izin edar;
- label;
- klaim;
- harga;
- timeline.
6. Produk Tidak Langsung Dilepas setelah Selesai Diproduksi
Batch release dapat membutuhkan:
- batch record lengkap;
- hasil final inspection;
- hasil pengujian;
- status deviasi;
- quantity reconciliation;
- packaging check;
- approval pihak berwenang.
Kenapa CDAKB Penting Setelah Produk Keluar dari Pabrik?
1. Menjaga Kondisi Produk di Gudang
Produk tetap dapat rusak bila:
- gudang lembap;
- karton tertindih;
- produk tercampur;
- batch tidak dipisahkan;
- hama tidak dikendalikan;
- status release tidak jelas.
2. Menjaga Identitas Batch saat Pengiriman
Distribusi perlu mencatat:
- nomor batch;
- jumlah;
- tanggal;
- pelanggan;
- tujuan;
- dokumen pengiriman;
- kondisi barang;
- penerima.
3. Menangani Retur dengan Benar
Perlu dievaluasi:
- alasan retur;
- kondisi kemasan;
- riwayat penyimpanan;
- batch;
- masa simpan;
- risiko kontaminasi;
- keputusan release atau reject.
4. Mendukung Recall
Recall membutuhkan kemampuan menemukan produk secara cepat.
Distributor perlu mengetahui:
- batch terdampak;
- lokasi produk;
- jumlah terkirim;
- jumlah tersisa;
- penerima;
- hasil pengembalian;
- status penyelesaian.
5. Menangani Keluhan Pasar
Complaint handling yang baik menghubungkan distributor, brand, pemilik izin, dan produsen.
Informasi yang perlu dikumpulkan:
- nama produk;
- nomor batch;
- foto;
- lokasi pembelian;
- kronologi;
- kondisi kemasan;
- jumlah terdampak;
- retention sample;
- hasil investigasi.
Apakah CPAKB dan CDAKB Menjamin Produk Pasti Sempurna?
Tidak.
Sertifikasi menunjukkan bahwa sistem tertentu telah dinilai sesuai ruang lingkupnya. Sertifikat tidak berarti:
- seluruh produk bebas defect;
- semua klaim otomatis benar;
- semua kategori produk tercakup;
- pengujian produk tidak diperlukan;
- izin edar otomatis tersedia;
- audit supplier tidak lagi diperlukan.
Sertifikat Harus Sesuai Ruang Lingkup
Periksa:
- nama perusahaan;
- alamat fasilitas;
- nomor sertifikat;
- status;
- ruang lingkup;
- kelompok produk;
- tanggal penerbitan;
- masa berlaku;
- kesesuaian dengan lokasi produksi;
- kesesuaian dengan kegiatan distribusi.
Kementerian Kesehatan menyediakan daftar sertifikat CPAKB/CPPKRTB dan CDAKB sebagai informasi publik. Akses sumbernya melalui halaman Informasi Publik Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan.
Perbedaan Sertifikat Sistem dan Izin Edar
Sertifikat Sistem Mutu
Menilai penerapan sistem pada fasilitas atau kegiatan tertentu.
Izin Edar
Berkaitan dengan legalitas produk tertentu untuk diedarkan.
Laporan Pengujian
Membuktikan hasil parameter tertentu pada sampel yang diuji.
Certificate of Analysis
Mendokumentasikan hasil atau status bahan maupun batch tertentu.
Manfaat bagi Startup dan Brand Baru
Brand baru sering belum memiliki tim regulatory, quality assurance, atau manufaktur internal.
Mitra bersertifikat dapat membantu menyediakan fondasi berupa:
- alur dokumentasi;
- material control;
- batch record;
- sampling;
- quality control;
- release process;
- complaint handling;
- change notification.
Manfaat bagi Retail, Rumah Sakit, dan Distributor
Buyer institusi membutuhkan bukti yang lebih kuat daripada brosur penjualan.
Sertifikasi membantu proses:
- vendor qualification;
- tender;
- procurement review;
- supplier audit;
- quality agreement;
- complaint investigation;
- repeat order;
- business continuity.
Risiko Memilih Mitra Tanpa Sertifikasi yang Relevan
Risiko yang dapat muncul:
- proses tidak konsisten;
- material berubah tanpa pemberitahuan;
- dokumentasi batch tidak lengkap;
- supplier sulit diaudit;
- keluhan tidak diinvestigasi;
- produk reject bercampur;
- recall tidak dapat dijalankan;
- klaim tidak memiliki bukti;
- legalitas produk tidak jelas;
- pengadaan institusi ditolak;
- reputasi brand terdampak.
Pertanyaan untuk Calon Mitra OEM
Tanyakan:
- Sertifikat apa yang dimiliki?
- Apa ruang lingkupnya?
- Di fasilitas mana produk dibuat?
- Apakah fasilitas tersebut tercantum?
- Siapa penanggung jawab mutu?
- Bagaimana material disetujui?
- Bagaimana batch dicatat?
- Apakah brand menerima change notification?
- Bagaimana deviasi ditangani?
- Bagaimana keluhan diinvestigasi?
- Apakah tersedia retention sample?
- Bagaimana recall dilakukan?
- Siapa yang menangani distribusi?
- Apakah kegiatan distribusinya tercakup CDAKB?
- Apakah buyer dapat melakukan audit?
Dokumen yang Perlu Diminta Buyer OEM
Dokumen Fasilitas
- legalitas usaha;
- sertifikat CPAKB;
- sertifikat CDAKB bila relevan;
- ruang lingkup;
- alamat fasilitas;
- struktur tanggung jawab.
Dokumen Produk
- specification sheet;
- material list;
- approved sample;
- laporan pengujian;
- izin edar bila diwajibkan;
- artwork;
- packaging specification.
Dokumen Mutu
- quality agreement;
- change control;
- deviation procedure;
- complaint procedure;
- recall procedure;
- inspection criteria;
- release document.
Dokumen Batch
- batch number;
- certificate of analysis;
- inspection report;
- production date;
- quantity;
- distribution record.
Audit Supplier: Apa yang Perlu Dilihat?
Saat audit, buyer dapat memeriksa:
- alur material;
- area quarantine;
- status label;
- kebersihan;
- pelatihan operator;
- kalibrasi;
- maintenance;
- line clearance;
- batch documentation;
- reject segregation;
- gudang;
- traceability;
- complaint records;
- change control.
Red Flags Sertifikasi
Waspadai mitra yang:
- tidak mau menunjukkan sertifikat lengkap;
- hanya memberikan gambar terpotong;
- nama fasilitas tidak cocok;
- ruang lingkup tidak mencakup produk;
- sertifikat sudah berakhir;
- menggunakan sertifikat pihak lain;
- menganggap CPAKB sama dengan izin edar;
- menyebut CDAKB sebagai sertifikat produksi;
- tidak memiliki batch traceability;
- menolak quality agreement;
- mengganti material tanpa approval.
Cara MBP Membangun Kepercayaan OEM
Dalam proyek OEM, kredibilitas dibangun melalui kombinasi:
- fasilitas dan ruang lingkup yang sesuai;
- konsultasi klasifikasi;
- spesifikasi tertulis;
- sampling;
- pengujian;
- golden sample;
- batch control;
- quality control;
- pengemasan;
- traceability;
- distribusi;
- complaint handling.
Internal Link Layanan OEM
Pelajari layanan dan panduan berikut:
- /id/tahapan-kerja-sama-oem
- /id/products/oem-surgical-mask
- /id/products/oem-cotton-pads
- /id/products/oem-hairnet
- /id/products
Untuk konsultasi, kunjungi halaman kontak PT Mitra Blessindo Perkasa.
FAQ Manufaktur CPAKB dan CDAKB
Apa perbedaan CPAKB dan CDAKB?
CPAKB mengatur sistem pembuatan alat kesehatan, sedangkan CDAKB mengatur sistem penyimpanan dan distribusinya.
Apakah produsen OEM wajib memiliki CPAKB?
Kewajiban dan ruang lingkupnya mengikuti kategori produk serta ketentuan yang berlaku. Untuk alat kesehatan, buyer perlu memverifikasi kesesuaian fasilitas dan sertifikatnya.
Apakah CPAKB sama dengan izin edar?
Tidak. CPAKB berkaitan dengan sistem produksi, sedangkan izin edar berkaitan dengan legalitas produk tertentu.
Apakah sertifikat CDAKB milik produsen otomatis mencakup distributor?
Tidak. Periksa nama badan usaha, fasilitas, kegiatan, dan ruang lingkup sertifikat distribusi.
Bagaimana mengecek sertifikat?
Cocokkan nomor, nama perusahaan, fasilitas, ruang lingkup, dan status melalui dokumen atau daftar resmi Kementerian Kesehatan.
Kesimpulan
CPAKB dan CDAKB merupakan dua bagian penting dalam rantai alat kesehatan. CPAKB membantu memastikan produk dibuat melalui sistem yang terkendali, sedangkan CDAKB membantu menjaga mutu serta traceability ketika produk disimpan dan disalurkan.
Bagi pemilik brand OEM, sertifikasi memberi dasar yang lebih kuat untuk vendor qualification, batch control, change management, complaint handling, dan recall. Namun, buyer tidak boleh berhenti pada logo sertifikat. Ruang lingkup, fasilitas, kategori produk, izin edar, laporan uji, dan dokumen batch tetap perlu diverifikasi.
Memilih mitra bersertifikat adalah investasi pada kemampuan brand mempertanggungjawabkan produknya. Harga tetap penting, tetapi konsistensi, keterlacakan, dan kesiapan menangani masalah melindungi bisnis dalam jangka panjang.
Untuk memverifikasi ruang lingkup, membahas spesifikasi, legalitas, quality agreement, atau produksi OEM melalui manufaktur dan jalur distribusi yang menerapkan CPAKB/CDAKB, hubungi tim OEM melalui WhatsApp.

No comments yet